melirik pelayanan yang baik

11:10 PM


akhir akhir ini saya sering dibuat kesal dengan sesuatu berbau pelayanan. hal itu terjadi secara berturut turut lewat oknum yang berbeda beda. sampai akhirnya saya sadar, bahwa bentuk kesungguhan seseorang dapat tercermin dari perlakuannya dalam perputaran sistem pelayanan.

memang dalam kehidupan sehari hari, kita tidak bisa dipisahkan dari sistem melayani dan dilayani. sistem ini pada prinsipnya bertujuan untuk memberikan kenyamanan, perhatian, rasa hormat, sopan santun, peduli dll. dengan tujuan yang sangat banyak tersebut, sudah sepantasnyalah pelayanan menjadi prioritas dalam lingkup sosial. terutama oleh pihak yang memang mengedepankan pelayanan yang baik dan profesional. 

pelayanan adalah sistem. dan hal tersebut tanpa kita sadari sudah mengalir di aliran sungai kehidupan sejak dulu. pada masa kerajaan, kita kenal adanya raja dan pengawal. raja dilayani, dan pengawal melayani. ketika masa peperangan, para tentara dan relawan bisa dikategorikan melayani masyarakat dari ancaman pihak luar, atau sebut saja melayani negara. pada masa kini, bentuk pelayanan bisa kita lihat melalui aspek aspek yang lebih detail, hubungan antara konsumen dengan pelayan contohnya.


semua orang tidak menyukai pelayanan yang buruk, apalagi pelayanan tersebut sudah menyangkut profesi. karena sesungguhnya sistem pelayanan tidak melulu soal pengabdian, melainkan sudah menjadi profesi berbayar. sudah semestinyalah pelayanan yang baik harus ditingkatkan. bagi saya yang sudah pernah merasakan dikader menjadi pelayan yang baik ( ketika menjadi store association di sebuah toko buku ), doing good service is not easy. melayani dengan baik itu tidaklah mudah. tetapi itulah yang menjadi poin kenapa kamu harus melakukannya, karena kamu dibayar.

ketika menjadi seorang SA (store association) saya ditugaskan untuk senantiasa tersenyum kepada pelanggan, tidak membantah apabila disalahkan, meminta maaf apabila melakukan kesalahan, cepat dan tanggap, menjaga sopan santun dan berterima kasih sebagai penutup pelayanan. kegiatan tersebut terbilang mudah, tetapi menjadi sulit apabila dilakukan terus menerus selama 8 jam setiap hari, dengan posisi berdiri, dan kaki bengkak gegara kerasnya pantofel. nggak kebayang kan bosannya. tetapi kenapa harus dipermasalahkan, saya dibayar untuk melakukan hal tersebut.

pengalaman hidup luarbiasa yang saya ceritakan sebelumnya menjadikan saya pribadi yang lebih menghargai berbagai macam pelayanan yang diberikan, baik itu terhadap saya secara langsung atau terhadap lingkungan sekitar saya. pun hal tersebut menjadikan saya menjadi orang yang lebih peka pelayanan. jika ada pelayanan yang sangat baik saya berterimakasih terhadapnya, sebaliknya jika ada pelayanan yang buruk maka jangan salahkan jika saya ngomel ngomel berlanjut laporan kemudian.


pada akhirnya, pelayanan yang baik adalah segala hal tentang membawa pelanggan kembali. lalu kenapa masih banyak orang yang sengaja tidak melakukan pelayanan sebaik mungkin? bahkan ketika dibayar sekalipun.

nb: 
tulisan ini saya dedikasikan untuk pegawai lombok idjo gajah mada semarang bernama tri, pelayanan kasir di superindo balad semarang, bapak tukang parkir di rumah makan padang kamang indah, dan seluruh pembaca yang menginginkan pelayanan berkualitas.



You Might Also Like

2 komentar

komentar yang baik, maka kebaikan akan kembali padamu :)

recent posts

Popular Posts

Categories

aplikasi (5) arsip (10) bandung (1) buku (2) cerpen (2) cinta (19) detective conan (1) indonesia (17) inspirasi (35) islam (7) Jakarta (6) keluarga (2) kesehatan (1) kisah (28) kuliner (6) life (57) lingkungan (2) moment (10) movie (1) opini (25) organisasi (6) puisi (11) quotes (2) random (5) review (8) sarkasme (5) saya (34) Semarang (5) sepakbola (3) sharing (9) teknik kimia (4) ungaran (1) wisata (4)

Subscribe