hilang

11:21 AM

tak juga kupahami, kenapa rintik hujan semalam begitu membekas di memori. bukan, bukan suaranya, hanya sepotong gambar kusut tarikan garis vertikal yang mencitrakan sunyi. tentu dulu, di ruang ini, keramaian pernah memeluk kami.

aku tak ingin kamu menjelma menjadi salah satu diantara garis itu. walaupun jika itu benar terjadi, tentu saja aku dapat menemukanmu dengan mudah. biar saja kamu menjadi yang sekarang ini, menjadi seorang gadis sederhana berhias lengkung sabit diantara kedua pipi.

yang aku inginkan kamu mau menemaniku untuk sekedar duduk di beranda depan. ceritakanlah segala hal layaknya penghujan di bulan desember, lalu aku akan menjadi gersang yang merindukan hujan.

kamu pikir aku yang telah menciptakan langit di wajahmu? tidak, tanpa aku, kamu sendiripun mampu. bagaimana mungkin aku bisa melakukannya jika anganku saja tercetak kelam. tak ada bintang, tak ada bulan.

lalu kamu sekarang tiba - tiba saja pergi, meninggalkan bekas, hingga langitku semakin mati.

You Might Also Like

0 komentar

komentar yang baik, maka kebaikan akan kembali padamu :)

recent posts

Popular Posts

Categories

aplikasi (5) arsip (10) bandung (1) buku (2) cerpen (2) cinta (19) detective conan (1) indonesia (17) inspirasi (35) islam (7) Jakarta (6) keluarga (2) kesehatan (1) kisah (28) kuliner (6) life (57) lingkungan (2) moment (10) movie (1) opini (25) organisasi (6) puisi (11) quotes (2) random (5) review (8) sarkasme (5) saya (34) Semarang (5) sepakbola (3) sharing (9) teknik kimia (4) ungaran (1) wisata (4)

Subscribe