hadiah untuk ibu

9:06 PM

jika kamu merasa beruntung saat ini, percayalah bahwa doa ibumu tengah dikabulkan
dia yang katanya lebih cantik daripada bidadari di Surga
 Dua puluh dua tahun sudah saya mengenal beliau. kasih sayangnya masih sama, cintanya pun juga. memang, saya tidak begitu mengingat masa - masa lalu. tapi tahukah, rasa yang sudah terikat lebih kuat dari pada ingat. beliau adalah ibu dari segala semangat yang mengalir di tubuh. beliau juga adalah ayah dari kecut nyali yang seakan membunuh. saya percaya, tidak ada satupun ibu di dunia ini yang durhaka. yang seolah - olah hianat atas segala sosok yang mengatasnamakan kata "ibu".

Ibu adalah orang yang kuat. setiap hari, dari pagi selepas subuh, hingga siang menjelang ashar beliau bekerja di sebuah puskesmas. bagi beliau itu tidaklah cukup. hingga perpanjangan waktu beliau ambil untuk nyambi membantu seorang dokter sampai malam hari. memang, berperan sebagai ibu sekaligus ayah tidaklah mudah. tapi, takdir Allah siapa yang berkenan membantah?

sejak kecil, saya mengalami perputaran waktu atas dan bawah yang berbeda - beda. tetapi aktivitas ibu tetaplah sama, pagi, siang, sore, malam, tanpa henti beliau selalu bekerja. bagi ibu, saya adalah semangatnya yang tak pernah padam. impian beliau hanya satu, saya benar - benar tumbuh menjadi "orang". perlukah saya pertegas bahwa engkau salah ibu, justru sayalah yang tidak ada apa - apanya tanpa kehadiranmu.

Ibu sering bercerita, bahwa saya mirip sekali dengan ayah. baik wajah, tingkah, dan cara berpolah. beberapa kali ibu menunjukan foto ayah, yang sebenarnya sangat asing bagi saya. saya tahu, saat ibu berkata seperti itu, dan saat ibu bertingkah seperti itu, beliau hanya sedang rindu. pasti berat kan bu, ditinggal seseorang yang seharusnya paling disayang, sekarang.

ingin sekali saya membahagiakan ibu. dengan keringat sendiri selayaknya ibu membahagiakan saya. tetapi apalah daya, saya hanya butiran debu dari berhektar - hektar ladang kasih sayang ibu. ibu, inginmu selalu saja tidak berpusat kepadamu, inginmu selalu saja mengenaiku. entah itu menyoal prestasi, kesehatan, moral, sampai dengan urusan bertuhan.

seperti yang saya bilang sebelumnya. untuk masalah prestasi ibu nggak main main. dulu ketika sd, saya disekolahkan di tempat yang cukup jauh, padahal di depan rumah juga masih ada sd. inginnya beliau biar tidak salah pergaulan. beliau selalu berprinsip, "tujuh dari temanmu adalah cerminan dirimu". maka usaha sekecil apapun ia bangun, hanya agar anaknya berkembang.

saya selalu ingat, jika ibu marah, maka beliau akan selalu membandingkan kondisi yang saya lakukan dengan apa yang seharusnya saya lakukan di umur yang sekian. jika saya bertingkah sd padahal kondisi saya smp, maka beliau akan marah. jika saya bertingkah smp sedangkan kondisi saya sma, beliau akan lebih marah. begitu seterusnya.

saya sudah (seharusnya) dewasa. dua puluh dua tahun katanya. hingga kini saya belum bisa menjawab apa yang diinginkan ibu. menjadi anak yang sukses, dan membanggakan. bahkan beberapa bulan yang lalu, saya sempat mengecewakan beliau. kelulusan saya tertunda. lalu apakah beliau marah? ternyata tidak. beliau lebih memilih mendengarkan problematika konyol yang sedang saya hadapi ketimbang mempersalahkan hal yang sudah terjadi.

kini, saya sudah seharusnya bangkit. menjawab segala keraguan, untuk memberikan hadiah istimewa untuk ibu. saya ingin mempersembahkan kelulusan, insyaAllah kurang lebih satu bulan lagi. semoga Allah meridhoi, dan semoga ibu merestui. hingga saatnya nanti, hadiah kecilku untuk ibu datang, saya akan tetap berjuang.

_....._

tulisan ini diikutsertakan dalam

You Might Also Like

2 komentar

  1. Duh saya membaca ini di tengah malam. Sempurna membuat baper, Mas.
    Meskipun ini hanya sebuah tulisan lama. Tapi mungkin masih berlaku bagi sekarang bahkan terus hingga waktu yang tak bisa ditentukan ya.
    Membuat saya teringat sama Ibu saya jadinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, bukannya sempurna membuat kantuk malah membuat baper hehehe
      aamiin semoga bisa menjadi ingat disetiap lupa hehe

      Delete

komentar yang baik, maka kebaikan akan kembali padamu :)

recent posts

Popular Posts

Categories

aplikasi (5) arsip (10) bandung (1) buku (2) cerpen (2) cinta (19) detective conan (1) indonesia (17) inspirasi (35) islam (7) Jakarta (6) keluarga (2) kesehatan (1) kisah (28) kuliner (6) life (57) lingkungan (2) moment (10) movie (1) opini (25) organisasi (6) puisi (11) quotes (2) random (5) review (8) sarkasme (5) saya (34) Semarang (5) sepakbola (3) sharing (9) teknik kimia (4) ungaran (1) wisata (4)

Subscribe