fiksi kriminal ala detective conan

11:38 PM


Pertama kali saya mengenal manga ini adalah ketika saya baru menginjak bangku sekolah dasar, (saya lupa, antara kelas 5 atau kelas 6) merupakan buah tangan pameran buku yang diikuti kakak sepupu saya. Saya yang masih cupu dan seharusnya berada di rataan usia manga doraemon ini pun menerima buah tangan itu dengan senang hati, tanpa tahu menahu bahwa banyak adegan orang mati di dalamnya.

Secara keseluruhan, saya yang notabene hanya bocah SD, tidak begitu paham cerita yang coba disampaikan oleh mangaka conan ini. Hanya saja, waktu itu ruh yang ditanamkan olehnya (re: mangaka) berhasil merasuk ke dalam jiwa saya. Terkesan lebay memang, tapi itulah yang saya rasakan. Hampir sebagian jalan cerita (yang tidak saya mengerti itu) menghantarkan saya kedalam nuansa kegetolan untuk terus membaca dan membaca lagi tiap halamannya.

...

Manga detective conan merupakan buah karya emas sarat misteri besutan om Gosho Aoyama. Manga ini menceritakan tentang anak SMU jenius penggila misteri bernama shinichi kudo. Karena kejeniusannya itu, ia sering membantu pihak kepolisian menyelesaikan kasus - kasus yang sulit diungkap. Namun, pada suatu hari, ia dipaksa untuk meminum racun dengan kode APTX 4869, yang mengakibatkan tubuhnya menyusut menjadi bocah kelas 1 SD. Demi mengembalikan tubuhnya menjadi seperti semula, dan mengungkap kejahatan dibalik organisasi yang mengecilkan tubuhnya, maka shinichi menyamar menjadi seorang Conan Edogawa dan menumpang tinggal bersama keluarga Ran Mouri yang merupakan anak seorang detektif gagal bernama Kogoro Mouri.

Dari jilid awal, manga ini sudah menyajikan gambaran seberapa jeniusnya kudo dalam mengungkapkan sebuah kasus. Dengan gestur khasnya, menunjuk pelaku, kudo memulai kasus pertamanya (setidaknya itu yang saya ketahui sebelum filler flashback masa kecil kudo diceritakan), walaupun secara pengungkapan masih hanya berupa potongan kasus saja, yang secara tidak langsung dapat ditebak bahwa nantinya manga ini akan menyajikan drama - drama panjang di setiap ceritanya. 

Pada dasarnya, manga ini dibagi menjadi beberapa arc (menurut pandangan saya pribadi) yang diceritakan secara acak. Dari masing - masing arc, ada yang memiliki keterkaitan secara spesifik, ada pula yang hanya cerita selingan namun dilakukan secara berulang, sehingga saya menjadikannya bagian dari sebuah arc. pembagian arc secara umum adalah seperti ini :

  1. Conan vs Organisasi 
  2. Conan (Shinichi) >< Ran
  3. Conan & Detective kecil
  4. Filler
  5. Conan vs KID
  6. Filler kisah anggota kepolisian (biasanya cinta - cintaan)
keenamnya memiliki peran masing - masing dalam plot cerita, entah itu hanya sebagai selingan atau membawa pesan penting untuk cerita selanjutnya. Tetapi tentu saja pusat dari setiap arc berada di nomer 1, Conan vs Organisasi. Intinya dari setiap episode kasus yang disajikan, Gosho Aoyama selalu mengajak pembaca untuk waspada, dalam artian waspada terhadap sisipan - sisipan pesan yang terbawa. tipikalnya misteri sekali bukan?

Dari urutan arc tersebut, nantinya saya akan membahasnya secara spesifik di postingan selanjutnya, dan tentu saja tidak secara berurutan. Jadi seberapa tertarikkah kalian terhadap cerita fiksi kriminal ala detective conan?

You Might Also Like

33 komentar

  1. Aku kurang begitu menelisik tentang kriminal-kriminal yang ada di conan sih, tapi yang aku tau sih, cerita-ceritanya kereeeen :D suka kagum sala jalan ceritanya :D

    Konsumsiku waktu kecil kebanyakan doraemon sama shincan doang wkkwkw :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kurang menelisik tapi tahu kalau ceritanya keren, haha insting detektifmu luar biasa bro :O

      haha sama nih, betewe sinchan bukan konsumsi anak kecil dong ._.

      Delete
  2. Dari kecil, gue paling ga pernah baca komik. Bukan ngga mau tapi ga punya. Komik komsumsi gue waktu kecil cuman komik yang ada di koran. Naas banget yah~

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaelah, kalo nggak punya tinggal pinjem aja dong hehe. emang karena nggak mau nih haha

      Delete
    2. Iya juga sih. Tapi, gue masih bisa di bilang suka kok. Kalo ga suka, kenapa gue harus baca komik di koran. Hehe #Mencari #Pembenaran

      Delete
  3. Dulu keranjingan sama manga yg 1 ini, tapi akhirnya bosen, soalnya g tamat2 si conan ini, aku juga ngerasa kok ceritanya kayak dilambatin sama om aoyama, terlalu banyak kasus yg jadi tambahan aja, sampe ketujuan utama conan ketemu organisasi itu g sampe2, lama bener. Beda sama detective school q, manga ini jelas arahnya, kasusnya juga memberi petunjuk atas musuh2 yg memang nantinya bakal dihadapi di akhir cerita. Gitu sih menurutku.

    Btw conan udah tamat belum sih? Udah g ngikutin sejak SMA

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya yah, nggak tamat tamat dan masih aja jadi anak kelas 1 sd. kapan naik kelasnya!!! Sebenarnya nggak masalah sih lama dan panjang ceritanya, asal inti dari cerita itu nggak menghilang, atau disembunyikan macam filler filler gitu hehe. itulan nilai negatif dari conan.
      kalo detective Q malah sampe sekarang belom tahu jalan ceritanya, setahuku dulu animenya tentang sekolah detective gitu bukan sih ya?

      haha conan belum tamat mbak ._.
      masih panjang deh kayaknya.

      Delete
  4. gue sih suka genre thriller-mystery, penggemar berat genre itu malah. tapi kalau conan, gue nggak terlalu demen karena emang gue nggak terlalu demen anime mungkin. terakhir gue nonton conan di indosiar lupa itu episode berapa yang ada bom-bomnya itu :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti lebih ke arah fiksi novel jev? macam sherloc holmes? kalau itu saya juga demen hehehe. sudah baca berkali kali novelnya holmes ini nggak pernah bosen hehe
      yang ada bom - bomnya itu kalo di komik udah yang nomer 37

      Delete
  5. Gue juga penggemar conan. Tapi lebih ke anime, bukan komiknya. Jujur gue belum pernah sama sekali baca komiknya conan.

    Kalau di animenya, gue selalu salut dengan jalan ceritanya. Seakan kita di ajak untuk sama-sama menebak siapa penjahat utama dalam kasus itu. Tak jarang, gue nggak bisa berandai-andai siapa penjahatnya. Karena jalan ceritanya emang susah di tebak. Akhir-akhir ini gue lagi sering nonton conan yang movie nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sayang sekali bro, karena menurut saya lebih mantep di komiknya. hehehe. tapi ini masalah selera sih ya.

      ohya, conan movie yang ke 20 udah mau tayang loh

      Delete
  6. ah conan, gue sukaaa nih, tapi sama kaya hardi, gue suka animenya.
    yang berbau criminal case gue juga suka, kayak detective kindaichi, sama sherlock holmes. ah, bikin nebak-nebak semua jalan ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah seleranya beda juga nih hehe.
      kindaichi cuman baca - baca sekilas. gambarnya yang saya nggak begitu suka hehe.
      kalo sherlock masih favorit sampai sekarang. melebihi cerita conan, lain kali deh saya bahas

      Delete
  7. Gue dulu jadi terinspirasi jadi conan lho. Sapa si yang gak terinspirasi sama film ini. Kece badai dah..
    adegan yang di tampil seru abis, and bikin penasaran. Kadang ada komedinya juga yang bikin kita ngakak.. hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. weh terinspirasi jadi penjahatnya atau jadi detektifnya nih :O

      Delete
  8. Gue dulu ngikutin terus ceritanya Conan. Tapi sekarang mulai bosen, ceritanya yang bikin gue bosen. Jarang banget nyeritain tentang Organisasi Hitam. Jadinya bikin bosen. Lebih sering nyeritain Sato Takagi, grup detektif cilik dan yang lainnya. Paling seringnya nyeritain Prof. Agasa liburan sama detektif cilik, kemudian ada kasus.

    Gue sekarang lebih sering nonton Sherlock Holmes TV Series. Entah itu Sherlock versi BBC, ataupun Elementary, Sherlock Holmes versi CBS. Gue lebih suka itu karena kasus-kasusnya bukan gambar 2 dimensi tapi manusia beneran. Awal gue tau Sherlock Holmes juga dari Conan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha korban kebosanan juga nih seperti mbak pipit. eh tapi terkadan seru juga lo, soalnya kalo bareng detektif cilik itu suka ngulas teka teki gitu. apalagi kalo berhadapan dengan KID.

      nah yang ini juga favorit nih, kapan ya season 4 nya ditayangkan? udah nggak sabar nih bro. Elementary kurang mantep ceritanya, lebih menghayati si sherlocknya BBC

      Delete
    2. Season 4 Episode 1 udah muncul kok. The Abominable Bride. Keren banget ceritanya.
      Motivasi gue nonton Elementary tuh lebih ke kasusnya, sama kayak nonton Detektif Conan. Gue suka nonton Conan itu kalo ada kasus ruang tertutup. Pasti keren. Apalagi kalo udah hadapan sama BO. Tapi belum ada tanda-tanda buat selesai.

      Delete
    3. nah itu bukan season deh 4 bro kayaknya, itu lebih ke sisipan cerita. season spesial lah hehe. Soalnya saya lihat di grupnya belum ada pengumuman, kalo abominable bride sih udah ada.

      Delete
  9. Aku kurang merhatiin conan dalam bentuk manga-nya. Waktu kecil taunya dari anime-nya di tivi. Wah, aku nunggu kelanjutan bahasannya tentang Conan ya.

    ReplyDelete
  10. Aku bukan fans fanatiknya Conan, tapi aku cukup suka sih sama kartunnya. Sempet baca komiknya juga dan lumayan suka. Cuma yang bikin gak mau nonton atau baca ya itu doing sih, darah-darahannya. Aku emang paling ngeri liat darah. Apalagi kalo baca, aku bisa langsung berimajinasi yang enggak-enggak tentang darah.

    Btw gara-gara baca postingan ini, aku jadi tau sejarahnya Conan jadi kecil itu haha. Duh tapi kenapa dia ganteng banget yaaaaa^.^

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha tipical ciwi ciwi demen cowo ganteng nih

      Delete
  11. Wah samaan nih bro, aku juga suka ngefans... emng ini kisahnya keren2 banget, sampe kasus sianida yang lagi rame itu juga terinspirasi dari detektif conan, cuma yang disayangkan dari Conan itu, nyampe sekarang kok nggak tahu akhirnya, ceritanya kaya masih ngambang gimana

    ReplyDelete
  12. Kalau cerita fiksi detektif saya suka bro, hehe yang mainstream ya saya baca conan ama sherlock holmes.

    Selebihnya saya nnton film ato anime genre detektif. Nah btw, kasus conan dengan organisasi sebenarnya udh kelar atau belum yah?

    Udh lama bener masih menjadi misteri organisasinya, atau memang saya kurang update nih.. Haha

    ReplyDelete
  13. emang manga yang satu ini melegenda banget, udah ada sejak gue masih SD dulu dan entah kapan tamatnya, gue udah ngak denger kabar-kabar soal conan mungkin dia udah selesai jadi seorang detektif. manga yang satu ini juga menjadi inspirasi buat gue dulu main detektif-detektifan. hampir dulu kalo hari minggu ngak pernah ketinggalan, gue rindu acara2 yang seperti ini yang sangat mendidik bagi anak-anak :)

    ReplyDelete
  14. Kirain lo mau bikin cerpen ala conan eh malah bahas conan..

    Gue kenal komik dan anime conan udah lama sih dari sd juga, tapi gue lebih sering lihat naruto ketimbang conan, soalnya conan tiap episode penjahatnya ketangkep mulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi bang, lagi pengen bahas conan nih. mudah mudahan bisa lanjut

      Delete
  15. Uniknya, adegan pembunuhan di setiap seri Detective Conan tidak ditampilkan secara sadis, seperti Detective Kindaichi.

    Mungkin Aoyama Gosho ingin menampilkan cerita detektif dengan berbagai adegan pembunuhan yang ramah untuk ditonton anak-anak :)

    Saya suka Conan, tapi lama-lama bosan karena ceritanya gitu-gitu aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya cukup sadis loh bang kalo dilihat anak kecil hehe. apalagi kasus kasus yang terbaru ini. kalo dulu mungkin gambarnya agak repot kali ya kalo dibuat sadis.

      Delete
  16. wah ini manga kelas berat nih.
    Menginspirasi untuk jadi detektif.
    Tapi begitu beranjak dewasa,
    ngeliat kenyataan di negara ini
    jadi bikin pekerjaan sebagai detektif gak menarik..
    ahakakakakak....
    dulu waktu kecil sok-sok'an mau jadi detektif..
    bakakakakkak.... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. cie pacarnya conan nih, terbukti namanya ran haha.

      Delete

komentar yang baik, maka kebaikan akan kembali padamu :)

recent posts

Popular Posts

Categories

aplikasi (5) arsip (10) bandung (1) buku (2) cerpen (2) cinta (19) detective conan (1) indonesia (17) inspirasi (35) islam (7) Jakarta (6) keluarga (2) kesehatan (1) kisah (28) kuliner (6) life (57) lingkungan (2) moment (10) movie (1) opini (25) organisasi (6) puisi (11) quotes (2) random (5) review (8) sarkasme (5) saya (34) Semarang (5) sepakbola (3) sharing (9) teknik kimia (4) ungaran (1) wisata (4)

Subscribe