mbatinlah sebelum nyeplos

9:33 AM



ada sebuah pepatah yang saya ciptakan sendiri dengan penuh kesungguhan,  pepatah itu ( atau setidaknya saya sendiri ) mengatakan, "mbatinlah sebelum nyeplos, karena ceplosanmu ndak bisa dibilang nyeplos kalau udah mbatin"

Pada dasarnya, manusia itu letaknya salah. Dan yang lebih mendasar lagi, letak kesalahan manusia berpusat di bagian tutuk, atau mulut : Mulutmu harimaumu katanya. Yang lebih parahnya lagi, kesalahan - kesalahan itu biasanya diakibatkan oleh tidak harmonisnya kecepatan otak dengan kecepatan lidah, alias nyeplos tanpo mikir. Sebagai contoh adalah demam kasus mbak gotik dengan bebek nunggingnya.

-udah deh nggak usah dibahas panjang lebar, saya yakin seyakinnya mbak gotik ini nggak ada maksud untuk melecehkan, lha gimana mau melecehkan, orang biasanya dia dilecehin alias dijadiin bahan guyonan oleh teman - temannya. kemampuan untuk membalas aja nggak ada heuheu. yang saya yakini dia ini cuma bermaksud bercanda dengan ceplosan tanpo mikirnya-

Maka bisa dikatakan kebenaran yang semi haqiqi (karena yang haqiqi hanya milik Allah semata) bahwasanya pepatah yang saya katakan itu harus direnungkan dengan sebaik - baiknya.

Lalu bagaimana melatih kecepatan otakmu sebelum disalip oleh lidahmu? Salah satu cara mendasar yang saya yakin bisa dilakukan oleh semua kalangan baik itu tua ataupun muda, baik itu ganteng maupun semi ganteng, baik itu cantik ataupun jelek yang penting idup, baik itu muslim, kristen, hindu, budha, konghuchu, ataupun tidak beragama yang penting napas, atau dari kalangan manapun itu yang dalam sejarahnya pernah ada dan tiada. Caranya adalah, banyak - banyaklah ndomblong.

ya, ndomblong adalah bentuk ketenangan diri dalam menghadapi riuhnya kehidupan. Ndomblong bisa saja diartikan semedi kehidupan yang suci dan fitri, jauh dari segala aspek dari lingkungan luar. Lebih tinggi dari sekedar merenung, dan lebih dalam dari hanya berfikir. Ndomblong itu hanya ada kamu dan Tuhanmu semata, tidak lebih dan tidak kurang.

Saya yakin, tidak ada satupun manusia di dunia ini yang nggak pernah ndomblong. Bagi yang bilang belum pernah, itu hanya semata - mata ia belum paham dan belum sadar bagaimana bentuk dan rupa dari ilmu ndomblong. Dan bagi yang belum bisa mengaplikasikan kebermanfaatan ndomblong, ia perlu bahkan harus berlatih.

Setelah ndomblong, kini saatnya belajar mbatin. Sebenarnya mbatin itu hanyalah sekedar bumbu penguat rasa dari ndomblong. Orang yang sudah terbiasa untuk ndomblong, dengan sendirinya ia akan mbatin, Kekuatan mbatin itu pasti ada, walaupun estimasi dari tingkat lamanya mbatin hanyalah sepersekian detik saja alias sebentar. Rasakanlah, resapilah, jika sudah terbiasa melakukan hal sederhana seperti ndomblong lalu mbatin ini, maka rem nyeplos alami dari diri insyaAllah sudah aktif.

Selamat mbatin :)

You Might Also Like

10 komentar

  1. tapi hati-hati ndomblongnya ya, nanti kemasukan lalat lho ha ha ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap mbak rahayu :p, ndomblong saya berkualitas kok mbak, nggak bau yang badeg badeg jadi insyaAllah aman :p.
      terimakasih sudah mampir :)

      Delete
  2. ah, maap tapi ini sulit untuk gue mengerti bro karena nggak ngerti bahasa jawa. tapi kalau dilihat dari definisinya, ya mungkin memang semua orang pernah ndomblong. masalah berat, dibawa santai saja~ intinya, jangan biarkan otak kita disalip oleh lidah kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan biarkan mulut menjarah kesopananmu!!

      Delete
  3. Wah, benar sekali. Mulutmu, harimaumu. Makanya hendaknya bagi kita adalah berpikir dahulu sebelum berucap, berpikir dahulu sebelum bertindak. Jadi teringat sebuah hadits, berkata baik itu lebih baik atau diam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selama yang akan kita katakan bisa difikirkan dengan matang dan bijak, selama itu pula perkataan baik akan terus menggema dimana - mana, karena perkataan buruk tidak jadi terucap :)

      Delete
  4. iya pak memang sekarang kalo mau bicara apa aja harus di pikirkan baik-baik. ngeri soalnya

    ReplyDelete
  5. mulut mu harimau mu soalnya pak dan istilah itu benar adanya

    ReplyDelete
  6. apa pun omongan kita bisa membuat orang lain tersinggung jadinya gak bisa ngomong macem2

    ReplyDelete
  7. diam dan tersenyum merupakan cara yang paling baik

    ReplyDelete

komentar yang baik, maka kebaikan akan kembali padamu :)

recent posts

Popular Posts

Categories

aplikasi (5) arsip (10) bandung (1) buku (2) cerpen (2) cinta (20) detective conan (1) indonesia (17) inspirasi (35) islam (7) Jakarta (6) keluarga (2) kesehatan (1) kisah (29) kuliner (6) life (58) lingkungan (2) moment (10) movie (1) opini (25) organisasi (6) puisi (11) quotes (2) random (5) review (8) sarkasme (5) saya (34) Semarang (5) sepakbola (3) sharing (9) teknik kimia (4) ungaran (1) wisata (4)

Subscribe