Posts

Showing posts from August, 2016

pemimpin 360 derajat

Lima menit setelah pembacaan hasil perhitungan resmi, Saya segera melihat diri saya dalam keadaan yang tidak sama lagi. Mungkin tumpuan saya masih berpijak di tempat yang sama, tapi beban yang saya pikul seolah bertambah, dari yang hampa menjadi isi sejuta kali. Saya melihat luthfi, tatapan matanya masih sama, kecil dan tajam, seolah mengatakan bahwa ia masih ingin terus berpacu menatap jauh kedepan. Sedetik kemudian saya memalingkan pandangan ke arah Herman, tidak ada ekspresi yang berubah, masih tenang dan waspada seolah berjaga jika ada ancaman datang sewaktu - waktu, dalam waktu yang singkat itu saya masih bisa dibuat kagum oleh ekspresinya.
Mungkin dari puluhan orang yang riuh di koridor itu hanya Saya yang merasa telah mengalami perubahan yang maha dahsyat, tapi kenapa?
Seperti yang mungkin pernah kalian rasakan juga, perubahan itu adalah suatu hal yang menakutkan terlebih jika menyangkut terhadap diri kita sendiri. Terkadang perubahan laksana aliran sungai yang tenang, alirann…

suatu senja di ibukota

Image
nggak terasa sudah sebulan lebih saya berada di kota besar ini, kota yang katanya mampu secara magis mewujudkan semua mimpi - mimpi para pencari nafkah di seluruh negeri. Kota yang katanya terlalu liar untuk dijinakkan, apalagi jika sudah tertanam rasa nyaman akan kampung halaman. Tetapi semua itu lagi - lagi bergantung kepada sudut pandang, bagaimana kamu menghadapi, bagaimana kamu menikmati, dan bagaimana kamu mencuri celah untuk kemudian berhati - hati mencirikan diri. Banyak hal yang saya dapatkan selama berada di sini, pengalaman, nilai hidup, perjuangan, kasih, rasa syukur, dan lain sebagainya. Walaupun hal - hal tersebut terhitung sedikit jika dibandingkan dengan jutaan hal lainnya yang pasti akan saya dapatkan kelak.

Sebenarnya ini bukan hal yang baru saya menginjakan kaki di Jakarta. Jauh - jauh hari sebelumnya saya pun pernah, hanya saja saya rasa terlalu mengeneralisir apabila pengalaman sekedipan mata itu saya jadikan sebuah kesan mula untuk kota sebesar ini. Lain halnya …

kuliner semarang yang (bakal) ngangenin. part 1

Image
Ada bagian dari Semarang yang berbeda kali ini. bukan, bukan sejenis perbedaan yang mendiskreditkan Semarang sebagai kota yang terlalu baik, sehingga pada akhirnya pantas untuk diputusin dan ditinggalkan hanya untuk kota - kota lain yang dianggap tidak lebih baik. (logika macam apa itu?). Perbedaan yang saya maksud adalah, Semarang akhir - akhir ini terlihat lebih menggiurkan. terutama dari bermacamnya hidangan kuliner yang menclok di sudut dan sela - sela kotanya. Daya pikatnya terasa lebih kuat dari dua dekade terakhir saya tinggal di kota ini.

Dulu sewaktu saya kecil, saya menganggap kuliner Semarang tidak lebih dari hanya sekedar warung bakso dan mie ayam. Dan mungkin karena anggapan tersebutlah, saya kecilnya obesitas. Kini jaman telah berubah, tanpa harus diserang dulu oleh negara api, saya menyadari bahwa kuliner di Semarang amat sangatlah kaya. Perasaan itu kian kemari semakin kuat, terlebih saya sekarang sudah meninggalkan kota tercinta ini demi karir di ibukota, Jakarta.
Da…