kuliner semarang yang (bakal) ngangenin. part 1

9:14 AM

source : http://desnaputra-journey.blogspot.co.id/
Ada bagian dari Semarang yang berbeda kali ini. bukan, bukan sejenis perbedaan yang mendiskreditkan Semarang sebagai kota yang terlalu baik, sehingga pada akhirnya pantas untuk diputusin dan ditinggalkan hanya untuk kota - kota lain yang dianggap tidak lebih baik. (logika macam apa itu?). Perbedaan yang saya maksud adalah, Semarang akhir - akhir ini terlihat lebih menggiurkan. terutama dari bermacamnya hidangan kuliner yang menclok di sudut dan sela - sela kotanya. Daya pikatnya terasa lebih kuat dari dua dekade terakhir saya tinggal di kota ini.

Dulu sewaktu saya kecil, saya menganggap kuliner Semarang tidak lebih dari hanya sekedar warung bakso dan mie ayam. Dan mungkin karena anggapan tersebutlah, saya kecilnya obesitas. Kini jaman telah berubah, tanpa harus diserang dulu oleh negara api, saya menyadari bahwa kuliner di Semarang amat sangatlah kaya. Perasaan itu kian kemari semakin kuat, terlebih saya sekarang sudah meninggalkan kota tercinta ini demi karir di ibukota, Jakarta.

Dan dari banyaknya kuliner yang di berada di kota Semarang, berikut ini adalah 10 tempat pilihan saya :

1. Bakmi Djowo Pak Gundul


Menurut saya, disini adalah spot bakmi djowo terbaik di Semarang. Lebih dari milik Pak Doel noemani, Pak Gareng, Pak Ateng, Pak Bagong, pak Agus, dan bapak - bapak penjaja mi di Semarang yang lainnya. "maaf ya shay, saya yang menang lagi~" kata Pak Gundul di arisan bapak pengusaha mi Indonesia Semarang atau disingkat BPMIS.

Bagaimana tidak? perpaduan bumbu yang pas dilidah semua golongan etnis di Semarang lah yang menjadi kuncinya. Jawa, Cina, Arab, semua suka! hal ini terbukti ketika pertama kali memasuki dan menginjakan kaki di kedai pak gundul ini, begitu membaur dan heteroetnis banget. Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah aroma bawang putih yang tidak menusuk sehingga tidak merusak cita rasa, karena pada dasarnya bawang putih adalah ruh utama bagi masakan mi djowo.

Tidak hanya menyajikan mie djowo goreng/godog, kedai yang buka di pinggir jalan area kampung kali Semarang ini juga menyajikan nasi goreng/godog, nasi ruwet, bihun goreng/godog, dan tak lupa aneka sate ayam yang siap makan atau bisa saja request untuk dibakar dulu. Semua itu siap disantap dengan perasaan bahagia ditemani segelas es teh yang bisa dipesan langsung ke mas - masnya.

I   jl mayjen sutoyo (kampung kali) Semarang. depan SMA theresiana.

2. Mie Kopyok Pak Dhuwur 

foto : uniekkaswarganti.com
Review mie kopyok pak dhuwur pernah saya ulas di tulisan - tulisan saya sebelumnya. Kalau teman - teman semua sudi untuk membacanya kembali maka kalian akan menemukan tagline bertuliskan "Selamanya kamu akan rindu dengan Semarang". Kurang lebih memang seperti itulah perasaan setelah menyantap makanan khas Kota Atlas ini. deg deg ser tiada terperi.

Mie kopyok menurut saya adalah makanan yang paling mafhum dengan segala kekurangannya. Oleh karena itu sang penjual siap siaga menyediakan segala racikan yang diperlukan untuk melengkapinya, tentu saja sesuai selera. Kurang pedas, ada sambal kacang; kurang berasa kuahnya, sudah siap sebotol kaldu bawang putih; kurang manis, ada kok kecap manis ekstra; kurang kriuk, bisalah pesen krupuk gendarnya lagi; kurang banya, pak dhuwur siap melayani. yey!

I  jl Tanjung No 18A, ( dekat PLN Pemuda ) Semarang.

3. Pecel Mbok Sador
foto : diahdidi.com
Pertama kali saya mencoba pecel mbok sador, ketika itu pula saya jatuh cinta. Ketika itu ibu memang tidak sengaja membelikan sebungkus karena tertarik dengan ramainya pembeli. Berawal dari ketidaksengajaan berakhir dengan cinta yang mendalam. Salah satu keunggulan dari mbok sador adalah standar ganda dari racikan bumbu kacangnya. Biasanya penjual pecel yang sambelnya sudah diracik hanya menyediakan satu pilihan rasa, yaitu "ya ini aja mas". Lain halnya dengan mbok sador, ada dua rasa Pedes dan tidak pedes yang memudahkan saya dalam menyentuh rasa yang lebih dalam lagi.

Selain itu aneka macam lauk, mulai dari koyor, bantal ( maksudnya martabak ), goreng - gorengan, ragam sate, ayam goreng, kerupuk gendar, mie kuning, hati, ampela, dan masih banyak lagi, melengkapi kenikmatan dari pecelnya. Jadi nggak ngerasa sendiri lagi deh, karena kenikmatan sejati diciptakan bersama - sama *yeah.

I  area foodcourt simpang lima Semarang. pojok kiri jalan kalau dari arah pahlawan.

4. Tahu Gimbal Pak Gendut


Tahu Gimbal Pak Gendut ini adalah sebuah merk dagang makanan khas lainnya yang memiliki warung di daerah jalan veteran, Semarang. Sesuai dengan namanya, porsi yang disajikan juga lumayan gendut loh, padahal dulu sebelum mengenal warung ini, saya memerlukan setidaknya dua porsi piring cantik tahu gimbal untuk memenuhi nafsu gimbal saya. Terima kasih pak Gendut, anda telah menyelamatkan dompet saya.

Selain porsi, yang menjadi pembeda dari warung ini adalah gurihnya sambel kacang yang benar - benar kerasa di lidah. Hal ini dikarenakan proses pembuatan sambal yang konvensional alias goreng - tiris - uleg di tempat langsung, wes benar benar mantap pokok e. Kalian juga bisa request sesuai tingkat pedas dan jenis tahu gimbal seperti apa yang diinginkan. mau pedes nggak pake ijo ijo bisa; mau sedeng gimbalnya setengah mateng telurnya diceplok dan tahunya goreng kering bisa; mau tanpa sayur gimbal - gimbal tok bisa; tentu saja semua harga menyesuaikan. Dan yang tak kalah penting, semua itu diracik langsung loh dengan penuh cinta oleh pasangan pak gendut dan bu gendut-yang nggak gendut ituuu- *cicuiiit*

I  jl Veteran Semarang. kiri jalan setelah restoran pesta keboen


You Might Also Like

6 komentar

  1. aduh jadi mau ke semarang ya, enak sekali tampaknya, makasih infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama - sama mbak, yuk main ke semarang :)

      Delete
  2. Haha pecel mbok sador favorit lah. Bisa milih lauk sendiri dan pilihan lauknya banyak banget. Terjangkau harganya

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang bener - bener salah satu favoriiiiit, duh jadi kangen semarang beserta tangan memelnya mbok sador yang melayani pelanggan :)

      Delete
  3. Bakmi Djowo Pak Gundul terlihat sangat enak ya, thanks infonya..

    ReplyDelete
  4. Saya tertarik dengan tulisan anda. Saya juga mempunyai tulisan serupa yang anda bisa lihat di www.pariwisata.gunadarma.ac.id

    ReplyDelete

komentar yang baik, maka kebaikan akan kembali padamu :)

recent posts

Popular Posts

Categories

aplikasi (5) arsip (10) bandung (1) buku (2) cerpen (2) cinta (19) detective conan (1) indonesia (17) inspirasi (35) islam (7) Jakarta (6) keluarga (2) kesehatan (1) kisah (28) kuliner (6) life (57) lingkungan (2) moment (10) movie (1) opini (25) organisasi (6) puisi (11) quotes (2) random (5) review (8) sarkasme (5) saya (34) Semarang (5) sepakbola (3) sharing (9) teknik kimia (4) ungaran (1) wisata (4)

Subscribe