Ikhlas Menjadi Lucu

11:00 AM

Dulu, ketika saya masih unyu, saya sudah mengenal yang namanya simple make up alias merias diri dengan sederhana. Kalau mau di aliasin lagi bisa disebut dengan berbedak saja. Bukan hanya saya, tapi mungkin seluruh civitas kampung yang masih balita sudah mengenal hal ini, Ya, ciri khas anak - anak kampung TambakAji memang merias diri, rutin dua kali sehari setelah mandi.

ponakan yang mewarisi keunyuan omnya.
Kini, setelah hampir dua dekade lamanya, rutinitas rias - merias itu masih ada. Hal ini sejalan dengan kearifan orang tua yang terus menganjurkan untuk melakukan hal itu, ke anaknya, cucunya, cicitnya, canggahmya dan seterusnya.

Jika merias untuk orang dewasa identik dengan perempuan, maka riasan ala kadarnya ini tidak mengenal gender di kalangan penggemarnya, balita. karena tentu saja, balita tidak mengenal gender antara satu dengan lainnya. pernah kamu lihat balita yang - yangan? nggak tho?

malahan ponakan saya yang cowo berumur empat tahun sering meminta, "Umiiii, bedakin miiii!!". gitu, tanpa pernah merasa malu kalau dia cowo.

Lalu sesederhana apa riasan ini? apakah kata "Sederhana" hanya sebuah embel - embel belaka. Seperti halnya warung makan yang bertitel sederhana, tetapi setelah membelinya kamu ingin segera mengajak penjualnya untuk bertaubat.

bukan, bukan seperti itu.

ini memang benar - benar sederhana kok.

Lihat saja contoh foto ponakan saya di atas. Dilihat dari sisi dan segi manapun hanya ada satu riasan saja, yaitu bedak yang mletrek dari ujung kening satu ke ujung kening lainnya, tidak kurang dan cenderung berlebih. (kalau dulu lebih tebal sih).

Jika sebelumnya kita berbicara tentang kesederhanaan, maka mari sekarang kita berbicara mengenai keikhlasan. Anak kecil berusia balita yang notabene kulitnya masih halus terjaga adalah contoh paling sederhana. Mereka rela dilabur  dengan bedak super tebal yang tidak satupun orang dewasa mau melakukannya. Apalagi mengaplikasikan hal itu untuk sekedar JJS alias jalan jalan sore.

Padahal jika ditelaah, bedak itulah yang menambah kelucuan si anak kecil, seperti halnya topping yang menambah kenikmatan martabak manis.

Coba kamu, mau melakukannya. Pasti tambah lucu deh. Kuncinya yang kamu butuhkan sebenarnya hanya satu, IKHLAS. (dan mau ditertawakan)

You Might Also Like

5 komentar

  1. Ikhlas membuat hati tenang, ikhlas juga kunci diterima/tidaknya sebuah amal

    ReplyDelete
  2. hahaha, ponakan saya juga kadang masih dikasih bedak kaya gitu

    terus ntar tinggal diajak jjs sambil disuapin buat makan sore - malam

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya berbedak seperti ini menjadi kebiasaan dimanapun ya hahaha

      Delete
  3. Dulu waktu ku kecil suka di makeupin juga kok.
    sederhana memang cuma pake bedak.
    tapi ko malah mirip barongsai.
    Anehnya aku senang wkwk

    ReplyDelete

komentar yang baik, maka kebaikan akan kembali padamu :)

recent posts

Popular Posts

Categories

aplikasi (5) arsip (10) bandung (1) buku (2) cerpen (2) cinta (19) detective conan (1) indonesia (17) inspirasi (35) islam (7) Jakarta (6) keluarga (2) kesehatan (1) kisah (28) kuliner (6) life (56) lingkungan (2) moment (10) movie (1) opini (25) organisasi (6) puisi (11) quotes (1) random (5) review (7) sarkasme (5) saya (34) Semarang (5) sepakbola (3) sharing (9) teknik kimia (4) ungaran (1) wisata (4)

Subscribe