nyobain pizza pertama dari domino pizza

9:25 PM


Berbeda dengan Dodit Mulyanto, Seorang komedian yang katanya keturunan Jawa tapi selalu memegang teguh budaya Eropa, Saya belum pernah nyobain yang namanya Pizza. Tentu saja hal itu didukung dengan status Saya yang seorang Jawa saja, tanpa pernah memegang teguh ataupun nguri - uri budaya Eropa. Gimana sanggup, lhawong budaya jawa sendiri saja masih ngos - ngosan untuk saya pegang.

Tetapi status pria ndeso itu tiba - tiba berubah tengah tahun kemarin di 2016. Saat itu, awal bulan saya pertama kali menginjakan kaki di Jakarta. Dan saat itu juga, makanan yang pertama kali saya jajakan adalah dua loyang Pizza dari Domino Pizza.

Domino Pizza sendiri adalah sebuah restoran franchise yang berasal dari Amerika, bukan Italia. Meskipun bukan berasal dari Negara aslinya, toh Domino Pizza berhasil juga melebarkan sayap industri makanannya sampai ke berbagai mancanegara atau kalau teh Agnez bilang sih go Internasional. Dan tentu saja, rasa berbangga dari restoran ini bisa bertambah semenjak saya yang belum pernah makan Pizza ini kok mau - maunya mampir ke restoran mereka.

Bersama teman sepersewaan kamar, Meri dan Juwito, kami berangkat ke salah satu cabang kecil di daerah Kelapa Gading. Walaupun restoran itu kecil, tetapi kondisi di sana sepi -terlihat hanya dua meja saja yang terisi-, sehingga kami bebas saja memilih meja mana yang paling nyaman menurut kami.

Saya baru tahu, ternyata saat itu Domino tengah melancarkan strategi penjualannya dengan promo yang menggiurkan, beli 1 gratis 1. Niat awal yang berbuah keberuntungan bagi saya. Karena diyakini mulut dan perut kami sanggup menampung dengan lumayan banyak. Maka tentu, layak bagi kami  untuk menerima tantangan beli 1 gratis 1 itu.

Menu di tangan, saat itu Meri dengan segudang pengalamannya jajan di Domino bersabda,

"beli yang keju satu ya, itu wajib"

"Siap bos!" sahut kami berdua.

"trus bonusnya mau dibelikan yang mana?" Tambah Juwito,

"Bebas" celetuk Meri.

Nampaknya ia tidak perduli, yang penting baginya adalah tujuan memesan Pizza bertopping keju itu telah tercapai.

sedangkan saya?
Manggut - manggut saja melihat deretan makanan di menu dengan berbangga. maaaaaak, anakmu yang ganteng ini sebentar lagi makan Pizza.

dan inilah hasil dari diskusi kami, dua loyang penuh Pizza tanpa lecet dan tanpa cuilan dari pembuatnya. Dilengkapi dengan beberapa buah saos sachet-an yang menurut saya kurang dermawan. Sedangkan untuk minumannya, kami memilih sebotol tanggung coca - cola.


Untuk rasanya bagi lidah pemula seperti saya, lumayan enak. Lumeran keju yang sebenarnya tidak begitu lumer itulah yang jadi juaranya, persis apa yang dikatakan meri tempo waktu sebelumnya. Nampaknya pengalamannya bukan pengalaman bodong saja.

Lain halnya dengan menu satunya (saya lupa namanya) lebih terlihat tjakep dari segi ke-pizza-annya, menu ini cocok di cocol dengan saos yang super pedas. Terlepas dari daging rotinya yang terlalu tipis seperti hanya numpang lewat saja di mulut, toppingnya begitu padu dari masing - masing elemennya ; irisan daging, paprika hijau, keju leleh dll.

Secara keseluruhan, saya kenyang dan puas. Terlebih ini merupakan pengalaman pertama saya dalam dunia Pizza. Untuk bagaimana makannya, bisa disambi kongkow bareng dengan teman seperjuangan seperti mereka; Meri dan Juwito. Atau bisa juga dengan pasangan kamu, seloyang berdua ;)

You Might Also Like

3 komentar

komentar yang baik, maka kebaikan akan kembali padamu :)

recent posts

Popular Posts

Categories

aplikasi (5) arsip (10) bandung (1) buku (2) cerpen (2) cinta (19) detective conan (1) indonesia (17) inspirasi (35) islam (7) Jakarta (6) keluarga (2) kesehatan (1) kisah (28) kuliner (6) life (56) lingkungan (2) moment (10) movie (1) opini (25) organisasi (6) puisi (11) quotes (1) random (5) review (7) sarkasme (5) saya (34) Semarang (5) sepakbola (3) sharing (9) teknik kimia (4) ungaran (1) wisata (4)

Subscribe