Kelopak nasib

10:36 PM

ketika satu persatu kelopak bunga lepas dari putiknya, maka di saat itulah nasib dari seorang manusia ditentukan. Tentu, bukan oleh kelopak itu, ataupun putiknya, juga bagian manapun yang dirasa bisa menjadi kesatuan bunga, Tetapi oleh keputusan yang tengah diperjudikan dengan cara menghitung jatuhnya kelopak sehelai demi sehelai.

Hanya saja manusia itu tidak tahu mengetahui, bahwa apapun keputusan yang ia terpilih melalui perhitungan nasib itu, Tuhan tentu telah mengerti sampai sedetail - detailnya. Bahkan semenjak manusia itu memutuskan akan menggunakan kelopak sebagai penentu nasib masa depannya.

You Might Also Like

0 komentar

komentar yang baik, maka kebaikan akan kembali padamu :)

recent posts

Popular Posts

Categories

aplikasi (5) arsip (10) bandung (1) buku (2) cerpen (2) cinta (19) detective conan (1) indonesia (17) inspirasi (35) islam (7) Jakarta (6) keluarga (2) kesehatan (1) kisah (28) kuliner (6) life (57) lingkungan (2) moment (10) movie (1) opini (25) organisasi (6) puisi (11) quotes (2) random (5) review (8) sarkasme (5) saya (34) Semarang (5) sepakbola (3) sharing (9) teknik kimia (4) ungaran (1) wisata (4)

Subscribe